Ketua DPDR Berau Dorong Bahasa Daerah Masuk Kurikulum Sekolah
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto.
POSKOTAKALTIMNEWS,
BERAU : Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto,
mendukung penerapan muatan lokal bahasa daerah Berau di lingkungan sekolah
sebagai langkah konkret menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas
generasi muda daerah.
“Kondisi tersebut
menurut kami bisa membuat upaya pelestarian budaya lokal menjadi perhatian
berbagai pihak, termasuk kamim” ujar Dedi Okto Nooryanto.
Apalagi menurutnya,
bahasa daerah bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian penting
dari jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Berau yang harus terus dijaga
keberlangsungannya.
“Kami berharap ini
membawa dampak nyata dalam membangun identitas generasi muda daerah,” ujarnya.
Dedy menilai, saat
ini generasi muda semakin akrab dengan budaya luar dan penggunaan bahasa modern
dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak ada langkah pelestarian yang dilakukan
sejak dini, bahasa daerah dikhawatirkan perlahan akan ditinggalkan bahkan kehilangan
penuturnya di masa mendatang.
Karena itu, dunia
pendidikan dianggap memiliki peran strategis dalam mengenalkan kembali bahasa
daerah kepada para pelajar melalui pembelajaran di sekolah.
Ia menjelaskan,
penerapan muatan lokal bahasa daerah tidak hanya bertujuan menjaga eksistensi
budaya, tetapi juga membangun rasa bangga generasi muda terhadap identitas
daerahnya sendiri.
Menurutnya, ketika
pelajar memahami bahasa dan budaya lokalnya, maka mereka akan memiliki
keterikatan yang lebih kuat terhadap daerah serta nilai-nilai budaya yang
diwariskan secara turun-temurun.
Meski mendukung penuh
penerapan program tersebut, Dedy menegaskan bahwa pelaksanaan muatan lokal
bahasa daerah harus dilakukan secara serius dan tidak sekadar menjadi simbol
pelestarian budaya semata.
Ia menilai,
penyusunan kurikulum pembelajaran perlu dilakukan secara terstruktur dan
disesuaikan dengan kebutuhan siswa agar materi yang diberikan dapat dipahami
dan diterapkan secara efektif di lingkungan sekolah.
“Materi pembelajaran
harus disusun menyesuaikan kebutuhan siswa dan mampu diterapkan secara efektif
di sekolah,” katanya.
Menurutnya, metode
pembelajaran yang menarik, interaktif, dan adaptif sangat diperlukan agar siswa
tidak merasa terbebani saat mempelajari bahasa daerah. Dengan pendekatan yang
tepat, pelestarian budaya dapat berjalan lebih efektif dan diterima dengan baik
oleh generasi muda.
Selain membahas
pelestarian budaya lokal, Dedy juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas
pendidikan secara menyeluruh di Kabupaten Berau. Ia mengingatkan bahwa
pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik
sekolah atau infrastruktur semata.
Menurutnya, kualitas
tenaga pendidik juga harus menjadi perhatian utama karena memiliki peran
penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu
bersaing di masa depan.
“Jika anggaran besar
hanya fokus ke bangunan, sementara kualitas mengajar kurang diperhatikan,
hasilnya tetap tidak maksimal,” ujarnya.
Karena itu, ia
mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kompetensi guru melalui
pelatihan, pengembangan metode pembelajaran, hingga peningkatan kemampuan
tenaga pendidik agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kita juga tidak bisa
abaikan ini. Kualitas guru ini harus jadi prioritas karena menjadi salah satu
faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di
masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dedy
juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh program pendidikan agar
penggunaan anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah benar-benar tepat
sasaran dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan di Berau.
Menurutnya,
pengawasan yang baik menjadi kunci agar setiap program pendidikan tidak hanya
berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas
pembelajaran dan hasil pendidikan di daerah.
“Setiap program pendidikan mendapat pengawasan yang baik sehingga anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi dunia pendidikan di Berau,” tandasnya. (sep/FN/Advertorial)